Tingkatkan Minat Generasi Muda pada Sektor Pertanian, SMAN 6 Metro Gelar Edukasi Tentang Ketahanan Pangan

Metro — Guna meningkatkan minat generasi muda pada sektor pertanian, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Kota Metro menggelar kegiatan edukasi tentang ketahanan pangan kepada para murid di lingkup sekolah setempat.

Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Kota Metro, Sunarti, M.Pd mengatakan, dalam kesempatan tersebut pihaknya bersama seluruh murid di lingkungan SMA Negeri 6 Kota Metro mengadakan kegiatan edukasi tentang ketahanan pangan yang diawali dengan kegiatan bercocok tanam bersama.

“Program ini dirancang bukan sekadar untuk bercocok tanam, melainkan memiliki tujuan pendidikan yang mendalam. Seperti, -Edukasi Agrikultur: Memperkenalkan teknik pertanian kepada warga sekolah, khususnya murid, di tengah makin berkurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
-Penguatan Karakter: Implementasi Kegiatan Kokurikuler, khususnya dimensi Gotong Royong, Mandiri, dan Kreatif.
-Optimalisasi Lahan Sekolah: Memanfaatkan sudut-sudut lahan kosong di SMA 6 Metro agar menjadi produktif dan bernilai estetika.
– Kesadaran Ekologis: Menumbuhkan rasa tanggung jawab warga sekolah terhadap pelestarian lingkungan dan ekosistem lokal,” kata Sunarti, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, wujud konkret yang didapat dalam kegiatan edukasi ketahanan pangan bagi para murid ini, tentunya dapat memberikan pelajaran bagi para murid akan pentingnya sektor pertanian untuk kehidupan.

“Jadi, edukasi yang kami berikan kepada para murid agar dapat memanfaatkan lahan-lahan kecil di sekolah untuk dijadikan tempat bercocok tanam, memelihara beberapa ikan, pengelolaan pupuk, dan market day hasil kebun. Contohnya,
– Apotek Hidup: Pembuatan taman sekolah yang berisi tanaman obat keluarga (TOGA) dan sayuran organik (seperti cabai, terong, sawi, tomat dan lain-lain.)
– Budidaya Ikan dalam kolam terpal: Solusi ketahanan pangan hewani di lahan sempit dengan memelihara ikan lele atau nila yang diintegrasikan dengan tanaman kangkung dan lain-lain.
– Pengolahan Pupuk Organik: Murid diajarkan mengolah sampah organik menjadi kompos yang digunakan kembali untuk tanaman di sekolah.
– Market Day Hasil Kebun: Mengadakan bazar internal, murid menjual hasil panen mereka kepada warga sekolah atau orang tua, sebagai bentuk pembelajaran kewirausahaan (entrepreneurship),” kata Sunarti.

Dia berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut dapat menumbuhkan jiwa kemandirian pangan bagi warga sekolah, perubahan pola pikir, dan kesejahteraan warga sekolah.

“Tentunya harapan kami dari Program ini yaitu,
– Kemandirian Pangan Warga Sekolah: Murid  diharapkan mampu mempraktikkan ilmu yang didapat di rumah masing-masing, sehingga tercipta ketahanan pangan dari unit terkecil (keluarga).
– Perubahan Pola Pikir: Menghilangkan stigma bahwa bertani itu kotor atau tertinggal, dan menggantinya dengan pemahaman bahwa ketahanan pangan adalah isu krusial masa depan.
– Kesejahteraan Warga Sekolah: Hasil panen yang ada dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kantin sekolah yang lebih sehat atau dibagikan kepada murid yang membutuhkan,” ujar Sunarti.

“Kemudian, SMA Negeri 6 Kota Metro diharapkan dapat menjadi sekolah percontohan (pilot project) bagi sekolah lain di Kota Metro dalam hal kemandirian pangan berbasis sekolah,” tambahnya. (Adv)

Wartawan (Genta) 

Loading

Redaksi
Author: Redaksi

Related posts

Leave a Comment